Sabtu, 16 Maret 2019

5 kelakuan teman kantor yang bikin kamu ingin segera menyandang status “IN-A-RELATIONSHIP”


Kenapa jomblo selalu jadi bahan hinaan weh

Mendengar curhatan temanmu yang sedang menyandang status “in a relationship” seringkali membuatmu merasa bersyukur atas status jomblo “single”-mu. 

Waktu weekend menjadi hak prerogatifmu seorang karena kamu ga perlu menyesuaikan dengan doi *gimana coba kalo doi hobinya lari keliling GBK sementara kamu sukanya cuman lari dari kenyataan :P*. Tak ada pula drama kata “terserah kamu deh” yang mengharuskanmu berpikir keras untuk menebak kemauan si doi.

Intinya, kamu merasa hidupmu tuh fine-fine-aja alias no problemo sama sekali. Sejujurnya, kamu juga ga merasa jiwamu cuman ada sebelah karena kamu belum menemukan belahan jiwa. #apaansih

Hiks, ga semua jomblo gini juga keles

Lalu, entah siapa yang memulainya, mendadak kamu menjadi bahan ledekan di kantor karena belum ada yang menjemputmu pas kamu lembur. Tanpa kamu sadari, pertanyaan seperti “kapan punya pacar?” mulai mengisi lembar kehidupanmu.


Bodo amat. Bodo amat. Bodo amat.

Pasti ada aja nih netijen yang komen “Ya udah sih, ga usah dipikirin. Susah amat.” Asal tahu aja, ada 8 jam sehari yang kamu habiskan di kantor bersama dengan mulut usil teman-teman kantormu. Ya gimana ga kepikiran coba. :”) #garukgaruktembok

Jadi apa aja sih tindak-tanduk teman kantor yang bikin kamu kepikiran untuk memiliki seseorang yang mengucapkan good morning setiap hari?

Ini dia 5 kelakuan teman kantor yang bikin kamu ingin segera menyandang status “in-a-relationship”.


Eh, ada anak baru loh di divisi X. Lo ga mau sama dia aja?

Melihat bentukan makhluk yang dinamakan “anak-baru-divisi-X” saja belum pernah, tapi kamu sudah menjadi sasaran empuk untuk dijodohkan dengannya. Bahkan sebenarnya kamu ga tahu sama sekali dan ga mau tahu juga sih mengenai eksistensi si-anak-baru jika mulut usil temanmu tak mulai menganggumu.

Ga hanya keberadaan si-anak-baru, pertanyaan “lo ga mau sama dia aja?” juga berlaku ketika salah satu teman sekantormu putus dengan pacarnya. Putusnya juga baru seminggu, tapi kamu sudah mendengar pertanyaan tersebut semenjak gonjang-ganjing akan berakhirnya hubungan mereka.  
Berlari melewati teman-temanmu yang hobinya menjodohkanmu dengan sembarang orang

Selanjutnya, yang bisa kamu lakukan cuman bisa menarik napas dan godek-godek kepala menyaksikan kelakuan teman kantormu. Sambil diam-diam berdoa supaya mereka tak semakin liar-nan-agresif dalam menjodohkanmu yang sebenarnya juga ga butuh dijodohin.
           

Kok lo perhatian banget sih sama dia? Buktinya, lo kasih kado pas dia ulangtahun.

Mendengar pertanyaan tersebut pasti sukses membuat keningmu berkerut bingung. Bukannya wajar ya memberikan kado dan kartu ucapan ketika seseorang berulangtahun? Malah aneh ga sih jika kamu memberikan surprise ketika tak ada satu pun momen spesial?

Yang semakin membuatmu tak habis pikir, kado yang diberikan kepada empunya-yang-berulangtahun pun merupakan hasil patungan satu divisi. Plus kartu ucapan itu dibuat atas inisiatif teman-temanmu yang kemudian memaksamu untuk berkreasi sekreatif mungkin. *sudah berkorban, dituduh modus pula*

Jurus kamekameha untuk teman yang hobinya menjatuhkan tuduhan imajinatif

Kamekameha versi imut

Diam-diam, ingin rasanya kamu mengeluarkan jurus kame-kameha ala dragonball supaya teman-temanmu segera insyaf dan kembali ke jalan yang benar. Huhuhu.


Cie, cie, kasih kode ke siapa nih?

Untuk mengusir rasa jenuh ketika mengerjakan tugas kantor yang tak mengenal kata selesai, mendengarkan lagu via Spotify menjadi andalanmu. Tanpa sadar, bibirmu mulai bersenandung mengikuti lirik lagu Untitled ala Maliq & D’Essentials. *yang fans-nya Maliq juga mana suaranya? #aseeek

Masalah timbul ketika teman sedivisimu mendengarnya dan bertanya “cie, itu lagu buat siapa sih?” #autosebal. Apalagi jika desibel suara temanmu cukup untuk didengarkan oleh satu ruangan berkapasitas puluhan orang. Belum lagi jika temanmu hobi mengkaitkan lirik lagu tersebut dengan orang yang udah dicie-cie-in denganmu sejak fosil dinosaurus mulai ditemukan. #lebay

Ingin rasanya kamu berteriak “sumpah, gue ga kasih kode ke siapa-siapa”

Ingin rasanya kamu menyumpal mulutnya dengan risol sambil berteriak “Suara lo bisa pelanan dikit ga sih? Jarak kita kan ga nyampe 1 meter, geblek! Terus nanti semua orang mikir gue lagi kodein doi woy!”. Duh!


Karyamu = Pengalaman Pribadimu = Curhatanmu

Usai berkutat dengan urusan kantor selama (minimal) 5x8 jam seminggu, meluangkan waktu untuk hobimu menjadi kesenangan tersendiri. Ga heran, kamu semakin tekun nan konsisten dalam melakukan hobimu. Ya hitung-hitung kan jadi punya karya lain di luar dunia kerja.

Yang bikin kamu gigit jari adalah ketika semua karyamu selalu dikaitkan dengan doi. Buat yang suka motret dan posting hasilnya di Instagram, bersiaplah ditodong dengan komentar “cie, biar doi tau lo jago moto ya?”. Buat yang suka nulis blog, bersiaplah dengan hujatan “ini pasti isi hati lo yang terdalam ya.” #halah #apaanseh. Buat yang suka ngegambar, bersiaplah dengan pertanyaan “sosok di gambar lo tuh doi ya?”

Ekspresimu ketika semua karyamu dibilang curhat

Ingin rasanya kamu menjedotkan diri ke tembok lalu menyanyikan sepotong lirik “Tentang Kamu karya BCL sambil memutari tiang. Lagian, sedikit-dikit dikaitkan dengan doi, sedikit-dikit dituduh curhat. Duh, kan ga semua bagian hidupmu berkait dengan doi!


Lah, kok lo bisa melulu sih pas diajak? Pasti jomblo ya?  

Sebagai manusia normal nan waras, kamu pasti merasa senang nan bersyukur ketika temanmu bersedia memenuhi ajakanmu *ya mau ajakan nonton kek, makan kek, jalan kek, apa kek*. Uniknya, pertanyaan “Kok lo bisa melulu sih kalo diajak? Pasti lo jomblo ya?” malah keluar dari bibir temanmu ketika kamu ga keberatan menemaninya pas weekend.

Diam-diam kamu ingin memberikan jurus tendangan ala Captain Tsubasa kepada temanmu. Lah, orang kok bukannya bersyukur yak punya teman yang berbaik hati meluangkan waktu untuknya, eh malah ngedekkin status temannya yang masih single #dikasihhatimintajantung.

Nemenin salah. Ga nemenin juga salah

Yang bikin tambah jengkel, pertanyaan “lo ngambek ya karena sering gue ledekkin?” timbul ketika kamu tak bisa menemaninya. Duh, ditemenin salah, ga ditemenin dituduh ngambek. Ingin rasanya kamu berteriak “Salahin aja gue terus weeeh. Salahin aja!”.




Jadi gimana dong, ga salah kan kalau kamu jadi pengen mengubah status “single”-mu menjadi “in a relationship”? Eits, tunggu dulu, yakin mau buru-buru jadian ama gebetan cuman karena kelakuan usil teman kantormu?

Quotes yang bikin kamu berpikir ratusan kali sebelum mengatakan “ya” sama gebetan

Ga sengaja menemukan quotes di atas pas membuang-buang waktu scrolling Instagram, awalnya kamu cuman berpikir “Ah elah, parenting partner apaan dah. Ngurus diri sendiri aja masih belum becus. Mandi aja cuman 1x pas weekend”. #hehehe

Tapi pas kamu baca kalimatnya berulangkali #kurangkerjaan, kok rasanya kamu justru ga mau terburu-buru menganggukkan kepala ketika doi menyatakan perasaannya.  

Ekspresimu sesudah membaca quotes tersebut berulangkali

Mikirin soal “parenting partner” dan “someone who will deeply influence your children” mungkin masih terasa jauh. Namun rasanya tak sulit membayangkan bagian “your eating companion for about 20.000 meals” atau “someone whose day you’ll hear about 18.000 times”.

Finding someone who look at you like this is not an easy job to be done 

Being in a relationship means giving some parts of your life to other person.
Meluangkan waktu, memberikan energi, dan menyesuaikan satu sama lain.

Jadi, sayang bangetlah (rasanya) kalau kamu jadi pengen buru-buru jadian cuman karena keisengan temanmu semata. Santai aja kalau lagi diledekkin. Masuk kuping kiri, keluar kuping kanan, dan jangan sampai mampir ke hati. Plus anggap saja ini cobaan hidup level satu sebelum kamu memasuki cobaan hidup lainnya. #wkwwk



Selamat menemukan dan ditemukan di tempat dan waktu yang tepat





With love,
Bells


Rabu, 06 Maret 2019

5 Nasihat Hidup yang Kamu Dapatkan Ketika Kamu Nonton Dilan 1991 Bersama Temanmu yang Suka Nyinyir


Cover film Dilan 1991 yang kamu tunggu-tunggu sejak lama

Jangan rindu. Berat. Kamu ga akan kuat. Biar aku saja.

Sebaris kalimat di atas tentu tak asing untuk kamu penggemar berat nan fanatik film Dilan 1990. Walaupun setahun sudah berlalu semenjak film tersebut berhasil dinobatkan sebagai film terlaris 2018, gombalan gemas-gemas-manja ala Dilan masih saja terngiang di telingamu.

Aseek, akhirnya film Dilan tayang juga

Tak heran, kamu langsung merasa excited ketika akhirnya film Dilan 1991 ditayangkan di bioskop mulai 28 Februari 2019. Bagaimana tidak, menyaksikan kelanjutan kisah lugu nan lucu ala Dilan dan Milea dalam bentuk visual merupakan hal yang kamu tunggu-tunggu usai menghabiskan buku novel karya Pidi Baiq tersebut.

Mencari kandidat yang pas untuk diajak nonton film yang berhasil meraup 800 ribu penonton pada saat tayang perdana tersebut tentu bukan perkara mudah. Mengajak papa mama bukan pilihan yang asik. Mengajak pacar .. eh baru inget kalo ga punya hehehe jelas tak masuk daftar pilihanmu mengingat doi langsung mendelik geli setiap mendengar gombalan Dilan.


Ekspresi senangmu ketika sahabatmu berbaik hati menemanimu menonton Dilan

Bersyukurlah karena sahabatmu dengan sukarela dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan apapun bersedia menemanimu menonton di bioskop. Tapi eh tapi, kamu harus bersiap mental mendengarkan komentar pedas plus ekspresi “ih, kok begitu amat sih” sepanjang 121 menit pemutaran film.

Ini dia 5 nasihat hidup yang bisa kamu dapatkan secara cuma-cuma ketika kamu nonton Dilan 1991 bersama temanmu yang suka nyinyir.


Itu air mata atau air terjun? Kok ngalirnya ga berhenti-henti?
Ketika Milea menangis di pundak Bunda
(via screenshot trailer Dilan 1991)

Jika film Dilan 1990 berfokus pada manisnya masa-masa PDKT dua sejoli itu, film Dilan 1991 lebih menonjolkan konflik tak berkesudahan dalam hubungan Dilan dan Milea yang tak berjalan mulus. Bukan hal yang asing menyaksikan Milea menitikkan air mata dari awal pacaran, putus-sambung-tanpa-kejelasan, hingga akhirnya 100% putus.

Kejengkelan temanmu ketika Milea kerapkali merespon masalah dengan tangisan

Sebagai orang yang mudah terenyuh, kamu refleks merasa bersimpati. Namun, temanmu yang nyinyir tak pelak merasa jengkel karena Milea menghadapi setiap masalah dengan tangisan. Dengan tegas, ia langsung menasihatimu “Haduh, jadi orang jangan manja kenapa. Itu masalah diselesaikan. Bukan ditangisin. Banyak masalah lain yang lebih berat nantinya dibandingkan cinta-cintaan doang.”


Ini sebenarnya dia beneran udah siap putus apa engga sih? Kok tarik ulur melulu.
Ancaman putus pertama yang dilontarkan Milea kepada Dilan
(via screenshot trailer Dilan 1991)

Namanya aja pacaran. Pasti ada naik turunnya kan. Ada kalanya Milea senang berbunga-bunga karena Dilan obral mengucapkan berbagai jurus gombalannya. Ada saatnya ia merasa sedih ketika Dilan dikeluarkan dari sekolah atau ikut tawuran geng motor. Wajar kok.

Yang ga wajar adalah ketika Milea terus-terusan mengancam akan menyudahi hubungannya setiap kali Dilan bergabung dengan geng motornya. Lalu sesudah tarik ulur putus-nyambung-putus-nyambung, ujung-ujungnya Milea yang nangis sesenggukan pas akhirnya Dilan menganggap hubungan mereka sudah berakhir. DUH!

Ngapain sih nih orang ngancem putus melulu, tapi nangis pas putus beneran?

Ga heran, temanmu yang nyinyir berucap “Ini orang ga konsisten amat ya. Dia yang ngancem putus. Dia yang minta balikan lagi. Dia yang ngancem lagi. Ga usah sok-sok-an dah ngancem putus kalo memang belum siap”. Lagian ngapain juga sih balikan ama mantan. Balikan sama mantan itu kayak nonton film yang sama sebanyak 2x. Sudah tau juga kan akan berakhir seperti apa.


Buat apa pacaran kalo bahagianya cuman di awal terus sisanya diisi dengan keruwetan tanpa batas?
Keterlibatan Dilan di geng motor yang seringkali membuat Milea bingung-bingung-manja
(via screenshot trailer Dilan 1991)

Di film Dilan 1991, senyum manis dan ekspresi tersipu malu khas Milea hanya bisa kamu saksikan di awal cerita. Sisanya? Ekspresi kesal, bingung, dan menangis mendominasi wajah tokoh utama tersebut sepanjang cerita. Penyebabnya utama tak lain ialah keterlibatan Dilan dengan geng motor.

Kejengkelan temanmu menyaksikan hubungan Dilan dan Milea yang complicated

Baru saja kamu merasa kasihan dengan kisah yang dialami Milea, bibir pedas temanmu langsung nyerocos “Kalau gue jadi Milea, ga bakal gue ngejalanin hubungan kayak gitu. Ngapain sih jadian sama orang  yang bikin lo nangis terus? Mendingan udahan aja deh biar ga drama.” Dan kamu cuman bisa terpana mendengar celotehan temenmu yang banyak benarnya.


Hidup ga melulu soal kamu, doi, dan cinta
Ketika pacaran dan dunia serasa milik berdua
(via screenshot trailer Dilan 1991)

Tatapan kosong Milea yang sedang memikirkan Dilan yang lagi-lagi-sibuk-dengan-geng-motornya bukan hal yang asing. Sementara teman-temannya asik mengobrol, Milea malah bengong-bengong-bingung. Ketika teman-temannya sibuk menikmati porseni, Milea cuman berharap “coba ada Dilan di sini”.

Ekspresi gemas temanmu ketika Milea terus-terusan memikirkan Dilan sementara hidup berjalan terus

Diam-diam, kamu merasa senasib sepenanggungan perlu menolong Milea keluar dalam dunianya dengan Dilan. Belum sempat kamu mengungkapkan komentarmu, temanmu yang nyinyirnya ga ketulungan duluan mengambil sikap “Nih orang ga ada dunia lain apa ya selain Dilan, cinta, dan pacaran. Hidup tuh bukan cuman tentang cinta weh. Makanya, pas pacaran jangan nempel melulu sampai ga punya kehidupan lain. Jadinya dramatis banget kan pas putus”.


Kalau mereka aja ga bisa menjaga dirinya sendiri, bagaimana mungkin mereka mau menjagamu?
Mau langsung atau jangan?  *cuman yang udah nonton yang ngerti :P*

Selain suka ngegombalin Milea, Dilan rupanya juga punya hobi bikin anak orang menangis-bengong-galau *Gitu aja terus sampai jarak Sunter-Bintaro jadi dekat*. Quotes “kamu bisa berubah untuk orang yang kamu cintai” tampaknya tak berlaku buat Dilan. Setelah Akew meninggal, bukannya insaf, ia malah merencanakan aksi balas dendam.

Kekesalan temanmu melihat manusia yang bilangnya sayang banget sama pacarnya, tapi kelakukuannya bikin ngelus dada

Seandainya kamu jadi Milea, mungkin kamu akan berusaha lebih keras sampai cowok itu sadar bahwa hal yang dilakukannya itu berbahaya pake banget. Cuman, temanmu yang ngakunya selalu mengutamakan logika segera berujar “Lo jangan sampai ya pacaran sama orang yang manisnya cuman di bibir. Tapi tindak tanduknya selalu bikin lo resah. Gimana dia mau jagain lo ya kalo dia aja ga bisa menjaga dirinya sendiri?!”. Dan kamu cuman bisa menelan ludah karena ucapan temanmu lagi-lagi benar.




Ekspresimu sesudah menonton film Dilan 1991

Ekspresi temanmu sesudah menonton film Dilan 1991

Jadi gimana nih, buat kamu yang punya pacar, yakin masih mau menobatkan hubungan Dilan dan Milea dengan hashtag #relationshipgoals?

Buat kamu yang lagi di masa PDKT, yakin masih mau membandingkan gebetanmu yang super cuek tapi kelakuannya ga bikin kamu khawatir dengan Dilan yang sangat perhatian nan romantis tapi suka bikin Milea resah?

Buat kamu yang masih jomblo, yakin masih mau berandai-andaikan kisah cintanya seperti hubungan Milea dan Dilan yang kesannya so sweet tapi sebenarnya complicated?


Kalau kata pepatah sih “Love is not about how much you say I LOVE YOU but how much you can prove that it’s true”. Artinya? Mencintai itu bukan tentang seberapa banyak kata-kata manis yang diucapkan, melainkan tentang seberapa jauh tindakan dan effort yang diberikan untuk relationship itu sendiri.


Kalau memang sayang, kamu bisa kok berubah untuk orang yang kamu cintai. Asalkan perubahan itu memang dari hal negatif nan membahayakan seperti ugal-ugalan bersama geng motor ke kegiatan positif yang membangun jasmani dan rohani #aseeek #halah.





With love,
Milea  Bells




Rabu, 20 Februari 2019

5 Hal yang Patut Dicontoh Gebetan dari Gojek

Tepat seminggu yang lalu hari Valentine dirayakan. Selain diakui sebagai Hari Kasih Sayang, Valentine sebenarnya juga layak mendapat predikat sebagai hari galau nan baper buat kamu yang masih harap-harap cemas terhadap gebetan. 

Ekspresimu melihat tindak-tanduk gebetan yang tak kunjung memberikan kepastian

Ketika semua orang sibuk posting foto paling romantis bersama pasangan lama maupun baru di Instastory, kamu cuman bisa gigit jari sambil bertanya “kapan ya giliran gue upload foto ama doi?”. Ga cuman itu, seharian penuh timeline Instagram-mu dibombardir dengan caption yang bisa bikin diabetes saking so sweet-nya.

Sementara perasaanmu bercampur aduk antara penasaran, kesel, capek nunggu, gemes, si doi kayaknya adem ayem aja tuh seolah ga terjadi apa-apa (ya mungkin bagi doi emang ga terjadi apa-apa juga sih. Hehehe #nangisdipojokan).

Tenggelamkan

Mulai deh kamu mengingat awal-awal berkenalan dengan doi. Seingatmu sih, doi duluan yang mulai nge-chat sampai akhirnya kamu jadi terbiasa deh menerima ucapan good morning setiap hari. Perasaanmu sih, doi duluan yang mulai ngasih perhatian kecil yang akhirnya membuatmu melihat eksistensinya dalam hidupmu. #aseeek.

Diam-diam, kamu mulai berkhayal, seandainya aja doi bisa punya sikap seperti Gojek sehingga kamu ga perlu sibuk menebaknya. Lah, kok kayak Gojek? Emang apa hubungannya gebetanmu dengan tukang Gojek?

Ups, jangan salah, ini dia 5 hal yang patut dicontoh gebetan dari Gojek.


Mas, aku tunggu di sini ya. Mas pasti jemput kan?
Fitur chat yang mempermudahmu untuk meminta kepastian dijemput dari tukang gojek
Sumber : go-jek.com

Setiap kali memesan Gojek, rentetan kalimat tersebut pasti tak asing buatmu. Selain hemat pulsa, fitur chat yang praktis di aplikasi Gojek otomatis mempermudah komunikasimu dengan tukang Gojek.

 Ga heran, kamu ga akan kesulitan meminta kepastian dari si abang gojek. Kalau mau jemput, si abang tinggal jawab iya. Kalau kesulitan untuk mencapai lokasi penjemputan, si abang tinggal chat aja deh via aplikasi. Yang penting kamu ga perlu kebingungan menunggu kepastian dijemput atau engga kan.

Ekspresimu memandangi doi yang tak kunjung memberikan kepastian

Terus bagaimana nih dengan gebetanmu sendiri? Melihat sikapnya kepadamu, kamu merasa yakin 99% kalau perasaanmu ga bertepuk sebelah tangan. Cuman kok hubunganmu stuck di status PDKT terus? Kapan sih doi ngasih kepastian soal hubungan kalian? Kalau iya ya iya, engga ya engga. Jangan sampai keplinplanan doi membuat perasaanmu turun naik seperti roller coaster nih.


Oke, Mbak. Tunggu aja. Saya meluncur ke situ ya.
Tukang gojek yang selalu siap sedia menjemputmu
Sumber : beritakupagi.blogspot.com

Ini dia kalimat favoritmu dari abang Gojek. Apalagi kalau kamu berada di lokasi penjemputan yang sulit dijangkau karena macet atau banjir. Pas baca kalimat di atas, rasanya lega luar biasa.

Ga cuman memberikan kepastian dan rasa nyaman, si abang Gojek ini sukses menunjukkan usahanya untuk nyamperin kamu. Iyah, nyamperin kamu. Bukan sekadar chat aja, tetapi ga menunjukkan usaha sama sekali dalam kehidupan nyata #eaaa.

Ketika gebetan cuman bisa nge-chat tanpa menunjukkan usaha nyata

Sementara si gebetan, hmm... Menurut catatan sejarahmu sih, doi duluan sih yang mulai nge-chat. Namun, jangankan menunjukkan usaha di dunia nyata, akhir-akhir ini doi malah bisa ngilang berjam-jam. Pas ditanya, alasannya mandiin kucing weh. Diam-diam kamu pun bertanya-tanya, apa iya balas chat lebih susah daripada memandikan hewan peliharaannya? Duh!


Butuh masker, Mas/Mbak? Jangan lupa pakai helm ya, Mas/Mbak.
Asik, selalu disediain helm dan masker sama Gojek kesayangan
Sumber : duajurai.co

Memperhatikan keamanan dan kenyamanan berkendara merupakan salah satu kelebihan yang membuatmu ga bisa beralih dari Gojek. Memastikan helm penumpang tetap bersih dan menawarkan masker bisa jadi hal-hal sederhana-tapi-nyata yang dilakukan tukang Gojek dengan tulus untukmu.

Yang ingin kamu lakukan ketika doi cuman berani chat doang

Ini dia yang bikin kamu gregetan bin misuh-misuh. Sementara Gojek mampu melakukan tindakan kecil-tapi-nyata, gebetanmu cuman bisa nge-chat tapi ga berani ngajak jalan duluan karena takut segan terhadap penolakan. Di saat Gojek memperhatikan keamananmu saat berkendara, si doi cuman bisa bilang “Duh, pulangnya malam banget. Hati-hati ya di jalan”. Hmmm.


Duh, akhirnya ketemu juga ya, Mas/Mbak.
Diam-diam, kamu sungguh berterima kasih kepada tukang gojek yang bersusah payah menemukanmu selama ini
Sumber : www.mademarianda.com

Di tengah lautan manusia berjaket hijau, menemukan Gojek yang tertera di aplikasi memang bukan perkara mudah. Di sisi lain, menemukanmu di antara penumpang yang berderet di halte juga tak semudah membalikkan telapak tangan.

Ga heran, tukang Gojek bakalan menghargai keberadaanmu karena dia sadar betul bahwa menemukanmu merupakan campuran dari usaha dan keberuntungan #HAHA. Intinya, dia ga bakal menyia-nyiakan eksistensi penumpang di hadapannya.

Hal yang ingin sangat ingin kamu lakukan ketika doi menghilang begitu aja seolah ga terjadi apa-apa setelah dia duluan yang mulai PDKT

Diam-diam, kamu berharap gebetanmu juga menghargai eksistensimu dalam hidupnya MINIMAL seperti abang gojek menghargai penumpangnya. Jangan sampai sih, doi duluan yang mulai nge-chat dan ngajak main bareng. Eh, ketika kamu udah membuka pintu hatimu untuknya, malah dia yang bersikap seolah ga terjadi apa-apa. Uhhh, siapa yang gemes coba?!


Buset deh, ini fiturnya makin lengkap aja ya. Bikin ga bisa lepas.  
Unch, fitur super lengkap yang bikin kamu jatuh hati.

Go-Ride dan Go-Car bisa jadi fitur yang paling menempel di ingatanmu. Namun, seiring berjalannya waktu, nyaris semua kebutuhan hidupmu dapat diselesaikan oleh Gojek.

Mulai dari transportasi (Go-Ride, Go-Car, Go-Blurbird), mengirim barang (Go-Send, Go-Box), berbelanja (Go-Shop, Go-Mart), membeli pulsa (Go-Pulsa), mencuci pakaian (Go-Laundry), membeli air galon (Go-Daily), membersihkan rumah (Go-Clean), memperbaiki kendaraan (Go-Fix), hingga layanan menicure & pedicure (Go-Glam).

Ga heran, kamu semakin bergantung dengan eksistensi aplikasi Gojek di smartphone-mu. Bahkan, bisa dibilang aplikasi berwarna hijau ini punya tempat istimewa di hatimu.

Air matamu ketika Gojek lebih mengertimu dibandingkan gebetan. Hiks.

Terus gimana dong dengan si doi? Dibandingkan dengan gojek yang siap selalu mengantarkan makanan favoritmu (Go-Food), doi cuman bisa chat dan bilang “jangan lupa makan ya. Nanti kamu sakit”. Sementara doi ga kunjung memiliki keberanian untuk mengajakmu pergi nonton, Go-Tix siap memanjakanmu dengan fitur pembelian tiket bioskop semudah menjetikkan jari. Uh, sebel!


Jadi gimana dong, makin jatuh cinta ga sih sama Gojek? Atau makin gregetan sama si gebetan yang tindak-tanduknya mampu membuat hidupmu dipenuhi tanda tanya? #Aseek.

Kalo kata pepatah sih “You only live once but if you do it right once is enough”. Artinya? Hidup hanya terjadi sekali (termasuk setiap momen yang menghiasi lembaran ceritamu), tapi kalau kamu melakukannya dengan benar, sekali itu udah cukup kok.

Terus apa kaitannya ama gebetan? Ada dong. Kalo doi masih aja kasih kode-kode ga-jelas-tapi-bikin-baper, ya udah, nikmatin aja dulu eksistensinya dalam hidupmu. Tapi kalau doi mulai ga membalas chat-mu berjam-jam dengan alasan yang ga jelas (misalnya, mandiin kucing dari jam 7 pagi sampai 5 sore), ups, it’s the right time to move on and say “thank you, next #alaArianaGrande”



With love,
Bells